[Drabble] Lies

+ deeryoong23 present’s +

+ Hurt +

+ Im Yoon Ah | Kim Jong In (Kai) | Wu Yi Fan (Kris) +

 

Oke, ini adalah persembahan terakhirku sebelum benar-benar hiatus~ . Drabble ini terinspirasi dari MV-nya Big Bang yang Lies~ . Oya, sebelum kalian benar-benar baca Drabble ini, lebih baik lihat MV nya Lies dulu ^^ . Dan juga sambil mendengarkan lagu Lies~ ^^

 

Well, Happy Reading!

 

+++

 

Seorang Namja tengah berlari melewati wilayah perkumuhan. Namja itu bernama Kim Jong In. Lebih tepatnya Kai. Kini, Kai sedang dikejar oleh beberapa polisi. Kai terus berlari mengikuti jalur. Dan kini ia tengah bersembunyi dibalik sebuah toko yang tutup.

“Hosh.. Hosh..” Nafasnya tak beraturan. Sesekali ia mengintip, melihat apakah para Polisi kehilangan jejaknya atau tidak.

 

“Aku harus telepon Yoona Noona..” gumamnya.

 

+++

Kai sampai ditelepon umum, ia segera memasukkan koin dan memencet nomor telepon Yoona.

 

“Ayo angkat~” gumamnya.

 

Disisi lain, Yoona tengah mengubrak-abrik tas kecilnya mencari sebuah ponsel.  Bingo! Ia dapatkan ponselnya. Yoona melihat layar ponsel. Dilayar ponsel, tertulis nomor yang tak dikenal. Dengan ragu, ia menjawab panggilan tersebut.

 

“Yeoboseyo.. ? Yeoboseyo.. ?”

 

Mendengar tak ada jawaban, Yoona menghela nafas. “Hah..”

 

Sekarang, kita beranjak ke Kai.

 

Hei, Lihat! Dimana Kai ? Bukankah tadi ia tengah memegang gagang telepon ? Ah! Itu Kai! . Ia tertangkap oleh para Polisi.

 

“Sial..” umpatnya.

 

+++

Yoona menutup ponselnya. Ia meraih tas kecilnya dan buru-buru keluar dari rumah. Kenapa ia terburu-buru ? Entahlah. Aku juga tak tahu~ . Yoona memasuki mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil. Tiba-tiba saja, kenangan yang sudah ia kubur terputar kembali~

 

“Kau selingkuh, Kris!!” Yoona memukul Kris dengan sebuah bantal.

“Jangan memukulku, Bodoh!” Kris mencengkram pergelangan tangan Yoona dan mendorongnya ke dinding.

“Lepaskan aku !!” Yoona memberontak.

 

“Ayo Yoona~ Itu hanya masa lalu.. Tak perlu di ingat-ingat~” Yoona memukul-mukul kepalanya sendiri.

 

“Lepaskan aku !!” Yoona terus memberontak dengan menendang kaki Kris.

“Tidak Ak— Akh!” Kris memegangi keningnya yang berdarah. Yoona baru saja memukul Kris dengan salah satu pajangan yang berada dikamarnya.

 

Disisi lain, Kai tengah dikawal menuju sel dengan beberapa polisi. Ya.. sebenarnya bukan beberapa sih. Mungkin ada banyak ditambah beberapa bodyguard ? . Dan, para Wartawan yang sibuk mengambil gambarnya. Sepertinya Kai akan muncul dihalaman paling depan pada surat kabar. Kai sama sekali diam. Ia hanya bisa meratapi nasibnya dan sesekali mendengus kesal.

 

‘Yoona Noona~ Yoona Noona~ Yoona Noona~’ Dalam hati, ia terus memanggil-manggil nama Yoona.

 

+++

Yoona tiba disebuah ruangan kosong. Itu bukan ruang kosong biasa. Kenapa ? Karena di ruangan kosong itu telah terjadi pembunuhan dan memori-memori yang kelam bagi Yoona. Tak sengaja, Yoona menjatuhkan tasnya ketika melihat sebuah sketsa sang korban.

 

“Tidak Ak— Akh!” Kris memegangi keningnya yang berdarah. Yoona baru saja memukul Kris dengan salah satu pajangan yang berada dikamarnya.

 

Ketika Kris lengah, Yoona mengambil vas bunga dan memukul Kris secara bertubi-tubi tanpa ampun. Lebih tepatnya terlihat seperti tengah kesetanan.

 

“PRIA BRENGSEK!!” Yoona memukul Kris dengan Vas Bunga.

“Yoona, Hentikan!” pinta Kris.

“TIDAK AKAN PRIA BRENGSEK!!”

“Hentikan !!”

“BRENGSEK!!”

“Hen— Argh !!” Kris terkulai lemah tak berdaya. Ia telah tiada.

 

Tiba-tiba saja, pintu terbuka. Kai menghampiri Yoona yang tengah terduduk lemas. Ia menarik Yoona keluar.

 

“Lepaskan aku..” ujar Yoona.

“Tidak, Noona!” tolak Kai.

“Kai~~”

“Keluar..”

“Tap—“

“Noona tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa”

 

Yoona menghela nafas. Ia tak mau seperti ini. Tapi mau apa lagi? Kai telah menyuruhnya keluar, jadi ia harus keluar. Kai pun menutup pintu. Ia menghampiri tubuh Kris yang tengah terkulai lemas tak berdaya. Darah Kris yang berceceran, ia ambil (?) dan menaruhnya (?) diwajah tampannya serta baju yang ia kenakan.

 

“Argh!!” Yoona mengacak-acak rambutnya frustasi.

 

Ia segera keluar dari ruangan dan berlari sekuat tenaga menuju tempat dimana Kai ditahan.

 

+++

“Kai…”

 

Yoona menaruh tangannya dikaca pembatas, begitu juga dengan Kai.  Kai menundukkan kepalanya. Ia menghela nafas panjang.

 

“Noona.. I’m Sorry. But, I Love You. Everything’s gonna be alright. So, Bye~ You are My Crush..”

 

 FIN~

Advertisements

2 thoughts on “[Drabble] Lies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s