Flashback

Title : Flashback

Author : deeryoong23

Genre : Angst , Romance

Length : Oneshoot

Rating : PG-13

Cast :

 

– Oh Se Hun

– Im Yoon Ah

– Kim Jong In

– Xi Lu Han

 

Italic for Flashback~ !

Sehun membuka jendela kamar apartementnya . Ia merentangkan tangannya dan menguap . Ia menghela nafas kasar .

 

Dari arah kiri , ia melihat seorang Yeoja yang sedang memakai seragam sekolah dan berlari terburu-buru . Sedangkan di arah kanan , ia melihat seorang Namja yang sedang jogging seraya mendengarkan musik .

 

Sehun menatap Yeoja yang sedang berlari terburu-buru itu . Sehun dapat melihat bahwa Yeoja itu tak melihat Namja yang berada didepannya . Terbukti karena mereka tertabrak . Dan Yeoja dan Namja itu mulai menatap satu sama lain .

 

Sehun tak sanggup melihat ini semua . Ini menyakitkan baginya . Ia segera menutup jendela kamar dan berjalan kearah kamar mandi .

 

Terlihat seorang Yeoja yang berlari terburu-buru . Ia memakai seragam lengkap . Dari arah berlawanan , seorang Namja tengah jogging seraya mendengarkan musik . Yeoja itu tak perduli dengan keadaan sekitarnya . Ia segera berlari .

 

Dan pada akhirnya , Yeoja itu pun menabrak sang Namja .

 

Bruk !!

 

“Aigoo~~ !! Ma-Ma-Maafkan aku !!” Yeoja itu bangkit berdiri dan membantu sang Namja berdiri .

“Gwenchanae .” Namja itu menerima uluran tangan Yoona . “Kau…Yoona Sunbae ?”

“Aigoo! Kau tahu namaku ne ?”

“Te-Tentu saja .”

 

‘Kau kan Yeoja yang paling populer~’ batin Sehun .

 

“Err..Su-Sunbae kenapa memakai seragam sekolah ?” tanya Sehun .

“Ini kan hari Senin ! Bagaimana sih kau ! Oya , kenapa kau santai-santai saja ? Kau tak takut telat ?” tanya Yoona polos .

“Ini kan hari Minggu Sunbae~”

“MWO ?! MINGGU ?! Aigoo… Aku lupa ! Ka-Ka-Kalau begitu , sa-sampai bertemu besok !!”

 

“Bodoh .”

+++

Sehun memandang bunga tulip yang ia pajang di dinding ruang tamu apartement-nya . Ia tersenyum .

 

“Noona…” lirih Sehun . Ia pun memutuskan untuk keluar dari apartementnya dan mencari udara segar .

 

Saat ia baru saja keluar dari apatement dengan mobil sport-nya , seseorang menghentikannya . Sehun berdecak kesal . “Ada apa ?” tanyanya .

“Bisakah kau memutar jalan lain ?” tanya orang itu .

“Memutar jalan lain ? Kau pikir memangnya kau siapa ? Seenaknya saja menyuruhku memutar jalan lain!” ketus Sehun .

“Namaku Park Chanyeol . Te—“

“Aku tidak mau tahu namamu .”

“Baiklah~ Temanku sedang membuat project disini . Ia ingin menyatakan cintanya pada Sunbae di kampus kami .” ujar Namja itu – Chanyeol – seraya tersenyum .

“Project apa ?” tanya Sehun yang ‘sedikit’ mulai tertarik .

“Project-nya adalah ia akan memberikan 100 Tulip dengan berbagai macam warna .” jawab Chanyeol .

“Tulip ? Biasanya , orang yang akan menyatakan cintanya akan memberi 100 Mawar . Bukan begitu ?”

“Ya . Seharusnya memang seperti itu~ Temanku itu terinspirasi !”

“Terinspirasi ? Terinspirasi apa ?”

“Dua tahun yang lalu ia melihat seorang Hoobae yang menyatakan cintanya pada seorang Sunbae .”

“Oh..” Sehun menganggukkan kepalanya dan tersenyum . “Aku akan berjalan memutar . Sebelumnya , aku mau minta maaf karena telah menganggu project temanmu .”

“Tidak apa-apa . Kau tak menganggu kok!”

“Oya , sebelum aku pergi . Siapa nama temanmu itu ?”

“Byun Baekhyun .”

“Baiklah ! Gamsahamnida!”

“Ne ! Cheonmayo~”

 

Sehun pun memutar kemudi setirnya dan meninggalkan tempat . Tiba-tiba saja , ia mengingat ‘kejadian-2-tahun-yang-lalu’ yang tak mungkin ia lupakan .

 

“Aigoo~!! Kenapa Sunbae itu menyukai bunga Tulip sih ? Aku kan jadi kesusahan !” gerutu Sehun .

“Ck! Jangan menggerutu Oh Se Hun! Kau mau tidak berpacaran dengan Yoona Sunbae ?”

“Ne! Ne! Aku memang ingin sekali menjadi kekasih Yoona Sunbae , Kai . Tapi apa tak ada cara lain ?” gerutu Sehun lagi .

“Sudahlah! Sudah! Jangan menggerutu terus ! Apa kau tidak malu dilihat orang ?”

“Tentu saja aku malu Kai !! Ba—“

“Hwaiting Oh Se Hun!!” ujar seorang siswa yang sedang melewatinya .

“Bahkan seorang Baekhyun si Flower Boy mengejekku!!”

“Dia tidak mengejekmu! Dia menyemangatimu~ !” ujar Kai kesal . “Itu Yoona Sunbae! Bersiap-siaplah!”

“Ne!”

 

Sehun berjalan mantap kearah Yoona . Jantungnya berdegup kencang . Antara senang dan takut . Senang karena hari ini ia akan mengatakan cintanya pada Yoona dan takut karena akan ditolak . Itu benar-benar menyakitkan~ .

 

“Annyeong Yoona Sunbae~ !!” sapa Sehun .

“Annyeong Sehun~~” Yoona membalas sapaan Sehun . “Err..apa yang kau sembunyikan di—“

“Maukah kau menjadi kekasihku ?” Sehun menyodorkan 100 tangkai bunga Tulip berwarna merah muda .

“Se-Se-Sehun… A-A-Aku.. Mau .” Yoona tersenyum .

 

Sehun terpaku . Ia merasa seperti hanya ada dia dan Yoona yang berada disini . Ia merasa dirinya sedang terbang melayang . Ingin rasanya ia mengatakan ‘Terima Kasih Noona .’ Tapi lidahnya kelu .

 

“Err..kenapa bunga Tulip ini berwarna merah muda ?” tanya Yoona .

“…” Sehun diam . Ia tak mampu menjawab . Dalam diam ia merutuki Kai .

“Aku tidak suka warna merah muda . Tetapi aku suka— Hei! Ada bunga Tulip biru yang terselip!” Yoona mengambil bunga Tulip biru yang terselip itu .

“Sun— Noona suka warna biru ?” tanya Sehun .

“Ne . Aku benar-benar menyukainya~~”

 

‘Sial! Aku dibohongi Kai !!’ rutuk Sehun dalam hati .

+++

 

Sehun berjalan seraya menendang batu kerikil . Ia merasa hampa dan kesepian . Tak sengaja , ia melihat sepasang kekasih yang sedang berjala . Sang Wanita terlihat kesusahan karena ia memakaihigh heels . Sementara sang Pria hanya memainkan ponselnya .

 

Tiba-tiba , sang Wanita terjatuh . Hak-nya lepas begitu saja . Sang Pria menjadi panik . Ia segera bertanya dan menggendong sang Wanita .

 

“Noona…”

 

“Hei! Oh Se Hun !! Kenapa kau menyuruhku pakai high heels sih ?” tanya Yoona kesal .

“Semua kekasih temanku memakai high heels ! Hanya Noona saja yang memakai sepatu kets!” ujar Sehun tanpa melepaskan pandangannya pada ponselnya .

“Memangnya kenapa kalau aku tidak pakai high heels ?” ketus Yoona .

“Itu terlihat jelek . Kaki Noona itu jenjang . Sayang untuk disia-siakan .”

“Yakk !! Kau menge—“

 

Bruk !

 

Yoona terjatuh . Hak dari high heels-nya lepas . Sehun melepaskan pandangannya dari ponsel . Ia menatap Yoona yang sedang meringis pelan .

 

“Aigoo! Apa ada yang luka Noona ? Kakimu tidak apa-apa kan Noona ? Kenapa kau bisa jatuh Noona ?”

“Yakk!! Jangan menghujaniku dengan pertanyaan bodohmu ! Sekarang , gendong aku !”

“Mwo ?! Kau kan berat Noona~~”

“Ish!! Kau kan Kekasihku !!”

“Baiklah~ Baiklah~”

 

Sehun pun berjongkok membelakangi Yoona . Yoona tersenyum dan segera naik ke atas punggung Sehun .

 

“Gomawo Sehunnie~~” Yoona mengecup pipi Sehun sekilas .

 

+++

Sehun terududuk dalam sebuah kereta . Gerbang-gerbang itu kosong . Tak ada penumpang selain dirinya dengan seorang-namja-dan-yeoja-yang-terlihat-seperti-sepasang-kekasih . Sehun menatap sepasang kekasih itu .

 

“Jawabannya A .” ujar Namja itu .

“Ne .” Yeoja itu segera menulis di buku tulis . “Selesai !!”

“Aku akan dapat nilai A+ !” ujar Namja itu bangga .

“Itu semua karena aku !”

“Tidak ! Itu karena—“

 

Sehun tak ingin mendengar percakapan itu . Ia segera memasang headset dan kini otaknya tengah memutar sebuah memori yang tak-pernah-ia-kuburkarena memori itu adalah kenangan indah baginya . Ya , walaupun menyakitkan .

 

“Nomor 9 jawabannya 156 . Nomor 10 jawabannya 67,85 .” ujar Sehun tanpa melepas pandangannya pada ‘kertas-coretannya’ .

“Ne .” Yoona menulis di buku tulis Sehun . “Huaaa… Akhirnya PR-mu selesai juga !!” Yoona merentangkan tangannya sambil menguap .

“Ne Noona ! Aku yakin aku akan mendapat nilai A !” ujar Sehun bangga .

“Cih , itu semua karena aku !!” Yoona menyikut lengan Sehun .

“Karena Noona ? Enak saja ! Kan aku yang berpikir ! Sedangkan Noona hanya menulis !”

“Ish..kau ini !!” Yoona mencubit pipi Sehun gemas .

“Yakk !! Lepaskan !!”

 

“Persis sekali .” gumam Sehun pelan ketika melihat sang Yeoja mencubit pipi sang Namja gemas .

 

+++

Sehun menghentikan langkahnya . Ia membalikkan badan dan berjongkok didepan pintu apartement .

 

“Kau kenapa ?” tanyanya pada pemuda yang sedang menangis tersedu-sedu .

“Ke-Kekasihku…meninggal dunia .” jawab pemuda itu tanpa menoleh ke arah Sehun . Ia menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya .

“Apa kau mau bercerita kepadaku ?” tanya Sehun . Pemuda itu mengangkat kepalanya . Mata pemuda itu bengkak dan sorot matanya menyiratkan sebuah penyesalan dan kesedihan .

“Apa kau bersedia mendengar cerita cinta seorang namja berumur 17 tahun  ?” tanya pemuda itu .

“Ne .” Sehun mengangguk . “Sebelum itu , siapa namamu ?”

“Lee Joo Won imnida .”

“Oh Se Hun imnida .”

“Err..sepertinya kau lebih tua dariku . Tapi , wajahmu sepertinya lebih muda dariku .” canda pemuda bernama Joowon itu .

“Ne . Umurku 20 tahun . Sekarang , apa kau bisa memulai ceritamu ? Siapa tahu saja bebanmu bisa berkurang .” ujar Sehun .

“Ne . Boleh kupanggil ‘Hyung’ ?” tanya Joowon .

“Boleh .”

 

Joowon tersenyum dan menghela nafas . Ia pun mulai bercerita kenapa ia bisa menangis . “Saat itu , aku melihat kekasihku dan sahabat baikku sedang berpelukan . Aku merasa cem—“

“Kau tak pantas untuk cemburu .” Sehun memotong ucapan Joowon .

“Ne . Aku tahu itu hyung . Tapi mereka terlihat sangat mesra . Terlebih lagi , kekasihku akhir-akhir ini jarang menghubungiku . Da—“

“Ceritamu sama seperti ceritaku .”

“Mwo ?! Sa-Sama seperti cerita hyung ? Maksudmu hyung ?”

“Aku juga pernah mengalami apa yang kau alami . Tapi sedikit berbeda .” jawab Sehun .

“Apa hyung mau menceritakannya padaku ?”

“Apa kau bersedia mendengar cerita cinta seorang namja berumur 20 tahun  ?”

“Ayolah~ Jangan menyalin kata-kataku .”

 

Sehun pun mulai bercerita seraya mengingat kenangan masa lalu yang menurutnya begitu kelam .

 

“Kau membohongiku Noona ! Aku tahu pasti kau berselingkuh dibelakangku !!” bentak Sehun .

“Berselingkuh ? Apa maksudmu Oh Se Hun ?” tanya Yoona tak mengerti .

“Ini !!” Sehun melemparkan beberapa foto pada Yoona .

“A-A-Apa ini..”

“KAU BERSELINGKUH NOONA !! KAU TELAH MENGKHIANATIKU !!”

“Kau salah Sehun ! Di-Di fo-foto ini—“

“APA ?! ITU KEKASIHMU KAN ?!”

“Bukan ! Ini sepupuku !!”

“PEMBOHONG !”

“AKU TIDAK BOHONG !! Ini memang sepupuku Sehun..” Air mata mulai membasahi pipi Yoona . Setiap melihat air mata Yoona , Sehun pasti selalu kelabakkan dan berusaha membuat Yoona tersenyum lagi . Tapi tidak kali ini . Ia tak peduli air mata suci yang membasahi pipi Yoona .

“Sekarang aku mau kita putus .” ujar Sehun dengan tenang .

“Pu-Pu-Putus ?”

“Ne ! Permisi .” Sehun pergi meninggalkan Yoona .

“SEHUN !!” Yoona terus berlari mengejar Sehun .

 

Yoona menghentikan langkahnya . Ia tak sanggup lagi mengejar Sehun . Yoona mengangkat kepalanya . Menatap punggung Sehun yang semakin menjauh .

 

“SEHUN !!”

 

Tiba-tiba saja Yoona segera berlari dan mendorong Sehun  hingga yang didorong jatuh tersungkur dan mendapat luka di lengannya .

 

BRAKK !!

 

Sebuah truk menghantam tubuh Yoona . Tabrakan itu cukup keras karena tubuh Yoona terguling-guling dan wajah Sehun terkena darah Yoona .

 

“Yoo-Yoo-Yoona..”

 

“Hyung~ Maafkan aku . Aku tak tahu kalau ceritamu sekelam ini .” ujar Joowon .

“Gwenchanae .” Sehun tersenyum .

“Oya , sepertinya aku tak perlu menceritakan ceritaku kan ?”

“Ne .”

“Dan sekarang yang lebih penting , Hyung harus pergi ke makam Kekasih hyung .” saran Joowon .

“Tentu .”

 

+++

Sehun memukul kemudi setir mobilnya . Ia mendengus kesal . Ia hampir saja menabrak seorang Yeoja yang sedang mengendarai sebuah sepeda . Sehun keluar dari mobil sport-nya . Ia menghampiri Yeoja tersebut .

 

“Mianhae . Apa kau tak apa-apa ?” tanya Sehun .

“Apa kau bilang ?! Aku ? Tak apa-apa ?! Apa kau tak lihat ! Lututku luka Ahjussi bodoh !!” kesal Yeoja yang duduk di bangku High-School itu .

 

Sehun terdiam . Jantungnya berdegup kencang . Wajah itu , Rambut itu , Mata itu , Bibir itu , Suara itu , Gaya itu , dan Makian itu adalah milik Yoona .

 

Sehun menyipitkan matanya . Ia berusaha membaca name-tag di seragam Yeoja itu . Sehun tersenyum dan sedikit terkekeh .

 

“Annyeong Haseyo Nona Im Yoon Ah~ !! Naneun Oh Se Hun imnida~ !”

 

+++

“Kau tak akan macam-macam padaku kan Ahjussi ??” tanya seorang Yeoja pada Namja yang lebih tua disampingnya .

“Ahjussi ? Apa kau pikir aku terlihat tua ?” tanya Namja itu .

“Tidak . Memangnya nama Ahjussi siapa ? Lalu , umur Ahjussi berapa ?” tanya Yeoja itu lagi .

“Namaku Oh Se Hun , Nona Yoona . Umurku 20 tahun .”

“Oya , kau tahu namaku dari mana ?” tanya Yeoja yang bernama Yoona itu .

“Name tag mu .” jawab Sehun .

“Kau tak akan macam-macam padaku kan Sehun-ssi ?” tanya Yoona .

“Jangan ‘Sehun-ssi’ , tapi ‘Sehun Oppa’ .”

“Oppa ? Panggilan itu hanya kuberikan pada kekasihku , Xi Lu Han .” ujar Yoona .

 

‘Ternyata dia mempunyai kekasih~’  batin Sehun sedih .

 

Sehun menghentikan laju mobilnya . Mereka kini sudah tiba di Rumah Sakit . Yoona menatap Sehun seolah-olah berkata , ‘kenapa-kau-membawaku-kesini-?’ . Sehun yang sudah mengerti tatapan Yoona hanya tersenyum .

 

“Apa kau takut Rumah Sakit ?” tanya Sehun seraya mematikan mesin mobil .

“Tidak . Aku takut jarum suntik~” jawab Yoona .

 

“Kenapa harus sama dengan Yoona Noona ?” gumam Sehun pelan .

 

“Kau mau bawa aku ke mana Oh Se Hun ?” tanya Yoona .

“Ke rumah sakit !” jawab Sehun .

“Mwo ?! Andwae! Andwae!” Yoona menolak dengan keras .

“Wae ? Bukankah kaki Noona terkilir ?”

“Kakiku tak apa-apa kok ! Lagipula aku sudah biasa jatuh~” ujar Yoona .

“Tapi kau jatuh karena sepatu high heels pemberianku !”

“Aku tidak peduli! Sekarang antar aku pulang atau kau bisa turunkan aku di halte bus !”

“Tidak! Kita harus ke rumah sakit !!”

“AKU TIDAK MAU !!” Yoona berteriak tepat ditelinga Sehun .

“YAKK !! Jangan berteriak ditelingaku Noona !!” kesal Sehun . “Apa yang perlu ditakutkan di rumah sakit sih ?”

“Jarum Suntik~~ Pasti nanti aku disuntik !”

“Jika kau disuntik , aku akan memberikan permen Lollipop yang besaaaar sekali !” ujar Sehun seraya merentangkan tangannya

“YAKK !! Aku bukan anak kecil !!”

 

“Jika kau disuntik , aku akan memberikan permen Lollipop yang besaaaar sekali !” Sehun mengulang kata-katanya dulu .

“YAKK !! Aku bukan anak kecil !!” kesal Yoona .

‘Benar-benar sama .’ pikir Sehun . “Tenang saja . Kau tak akan disuntik . Sekarang , ayo !”

 

+++

“Temanmu lama sekali sih !” gerutu Yoona .

“Mungkin dia sedang memeriksa pasien lain .” ujar Sehun tenang . “Oya , umurmu berapa Yoona ?”

“16 tahun .”

“Kekasihmu ?”

“16 tahun juga! Oya , sepertinya aku tak akan memanggilmu dengan ‘Sehun-ssi’ .” ujar Yoona .

“Jinjja ? Lalu apa ?” tanya Sehun .

“Tuan Oh .”

“Tu-Tuan Oh ?” tanya Sehun yang sedikit terkejut .

“Ne . Tak apa-apa kan ? Kupikir itu lucu~~”

 

“Noona~~ Kau harus memberikan panggilan untukku…” ujar Sehun manja .

“Panggilan ? Panggilan apa ? Aku tak mengerti! Berbicaralah yang jelas !” ujar Yoona .

“Ck! Noona itu bodoh ya !! Panggil aku Chagi , Yeobo , Swetty , Honey , Ba—“

“Honey ? Maksudmu Honey Bunny ??”

“YAKK !! Bukan begitu~~ !!” Sehun mengerucutkan bibirnya kesal .

“Baiklah . Aku akan memanggilmu Tuan Oh !” ujar Yoona .

“Tuan Oh ? Panggilan macam apa itu ?”

“Ne . Tak apa-apa kan ? Kupikir itu lucu~~”

“YAKK !!”

 

Cklek!

 

Bunyi deritan (?) pintu terbuka membuyarkan lamunan Sehun . Ia menoleh kearah pintu dan menemukan sahabatnya yang mengenakan jas putih . Ya . Sahabat seorang Oh Se Hun adalah dokter . Tapi sepertinya ia tak pantas kita sebut ‘Dokter’ . Karena ia adalah Playboy . Walaupun dirumah sakit , ia juga masih menggoda para suster , dokter , bahkan pasien !

 

“Annyeong Kai~~” sapa Sehun .

“Annyeong Sehun! Siapa yeoja yang bersamamu ini ?” tanya Kai seraya menunjuk seorang Yeoja yang membelakangi Kai . Yeoja itu pun bangkit berdiri dan memberi salam pada Kai .

“Annyeong Haseyo! Im Yoon Ah imnida~~” sapa Yoona .

“Ha-Ha-HANTU !!”

 

Brukk!!

 

“Omo!! Tuan Oh! Temanmu pingsan~~” ujar Yoona kaget . Sehun menoleh ke arah Yoona yang sedang kaget itu . Dalam diam , ia mengulas sebuah senyuman .

 

“Noona ! Hari ini , aku akan memperkenalkanmu pada temanku!” ujar Sehun .

“Temanmu ? Aku tidak mau !” tolak Yoona .

“Wae ?”

“Pokoknya aku tidak mau Oh Se Hun~~” kesal Yoona .

“Ayolah Noona~ Jebal.. Jebal..” Sehun memohon pada Yoona . Namun Yoona acuhkan begitu saja . “Bbuing~ Bbuing~” Sehun mengeluarkan ‘bbuing bbuing’-nya .

“Hentikan itu! Kau tak pantas melakukan Aegyo! Bahkan melakukan Gwiyomi saja kau tak pantas ! Sekarang , ayo kita bertemu dengan temanmu !” ujar Yoona pada akhirnya .

“Jinjja ?”

“Ne .”

“OH SE HUN !!” Seseorang berlari ke arah Sehun seraya meneriakkan namanya dengan keras .

“Noona jangan membalikkan badan !” pinta Sehun .

“Memangnya kenapa ?”

“Sudahlah! Pokoknya jangan membalikkan badan !”

“Cih!” Yoona menggembungkan pipinya kesal .

“Hei! Oh Se Hun! Kenapa kau tak berlari ke arahku sih ? Aku kan jadi harus menghampirimu!” gerutu Kai .

“Aku tak menyuruhmu memanggil namaku !” balas Sehun .

“Ck! Kau ini !! Siapa yeoja yang bersamamu ini ?” tanya Kai seraya menunjuk seorang Yeoja yang membelakangi Kai . Yeoja itu , – Yoona – memutar tubuhnya dan menyapa Kai .

“Annyeong Haseyo! Im Yoon Ah imnida~~” sapa Yoona .

“Ke-Ke-Kenapa Yoo-Yoona Su-Sunbae bersamamu ?!” pekik Kai terbata-bata . “Pa-pa-padahal kan bu-bunga tu-tulipnya berwa-warna merah mu-muda .”

“Tapi , ada bunga Tulip biru yang terselip!” ujar Sehun .

“MWO ?!”

 

Brukk!!

 

“Omo!! Sehun ! Temanmu pingsan~~” ujar Yoona kaget .

 

“Tuan Oh~ Tuan Oh!” Yoona melambaikan tangannya pada wajah Sehun . Bermaksud agar Sehun tersadar dari lamunannya .

“Ne ?”

“Temanmu pingsan Tuan Oh! Lalu bagaimana ini ?” tanya Yoona .

“Tinggalkan saja . Sekarang , aku akan antar kau pulang .” ujar Sehun .

“Te-Temanmu—“

“Paling dia hanya pura-pura pingsan saja .” Sehun memotong ucapan Yoona dan menarik tangannya keluar dari ruangan Kai .

 

Sepeninggal Yoona dan Sehun , Kai terbangun dari pingsannya . Sebenarnya tadi ia tak pingsan . Ia hanya pura-pura saja .

 

“Aigoo~ Kenapa anak itu tahu kalau aku pura-pura pingsan ?” tanya Kai pada dirinya sendiri . “Dan kenapa Yeoja yang bersama Sehun sangat mirip dengan Yoona Sunbae . Wajahnya juga benar-benar mirip ! Lebih baik nanti malam aku bertemu dengan Sehun .”

 

+++

“Apa kau tak mau mampir dulu Tuan Oh ?” tawar Yoona ketika mereka sudah sampai didepan gerbang rumah Yoona .

“Tidak , Terima Kasih . Aku masih ada tugas . Oya , boleh kuminta nomor ponselmu ?” tanya Sehun .

“Po-Ponsel ? Untuk apa ?”

“Tenang saja . Aku tak berbuat macam-macam . Aku hanya ingin kita menjadi teman .” ujar Sehun . ‘Lalu kita akan menjadi sepasang kekasih .’ lanjut Sehun dalam hati .

“Mmm..baiklah .”

 

Yoona pun mulai menyebutkan nomor ponselnya . “Itu nomor ponselku . Jika kau mengirim pesan , lalu aku tak membalasnya . Dan kau meneleponku tidak kuangka t , berarti aku sedang sibuk .”

“Ne . Gamsahamnida~ .” ujar Sehun .

“Cheonmayo !” ujar Yoona . Sehun pun segera menyalaka mesin mobilnya dan pergi menemui Kai .

 

“Noona! Itu siapa ? Selingkuhanmu ?” tanya seorang Namja yang memakai seragam sekolah .

“Enak saja! Dia itu hanya orang yang menolongku , Im Jun Hong !!” ujar Yoona tepat ditelinga namja itu , – Junhong – .

“Yakk !! Panggil aku Z-E-L-O ! Nama itu lebih bagus daripada Im Jun Hong !”

“Ohh~~ Kau mau aku laporkan ke Ayah ya ?”

“Mwo ? Andwae! Andwae !”

“Terlambat! Wlee~~” Yoona menjulurkan lidahnya dan masuk ke dalam rumah .

“YAKK !! NOONA !!”

 

Sehun yang sebenarnya belum benar-benar pergi hanya tersenyum melihat kejadian itu .

 

+++

“Kenapa kau ingin bertemu denganku Kai ? Aku sedang si—“

“Sibuk apa ? Sibuk mengenang masa-masa indahmu dengan Yoona Sunbae eoh ?” sindir Kai .

“…” Sehun diam . Ucapan Kai benar . Ia memang sibuk mengenang masa-masa indahnya dengan Yoona .

“Atau , kau sedang sibuk memikirkan seorang Yeoja yang namanya bahkan wajahnya pun sama seperti Yoona ?”

“…” Lagi-lagi , ucapan Kai benar .

“Ayolah Oh Se Hun! Aku ingin berbicara denganmu~ Ucapkanlah sepatah kata !” kesal Kai .

“Baiklah . Kenapa kau menyuruhku kesini ?”

“Aku hanya ingin bertanya padamu tentang Yeoja yang tadi siang itu . Yang namanya bahkan wajahnya sama persis dengan Yoona Sunbae .”

“Lalu ?” Sehun memainkan ponselnya .

“Cara dia memperkenalkan diri juga sama persis seperti Yoona Sunbae dulu saat memperkenalkan dirinya padaku . La—“

“Aku pulang .” ujar Sehun dingin .

“YAKK !! OH SE HUN !!” teriak Kai . Ia tak peduli semua mata yang berada di Cafe menatapnya tajam .

 

“Cih , kenapa anak itu tak bisa Move On sih !” gerutu Kai .

 

+++

“Yoona !!”

 

Sehun berlari kecil menuju Yoona yang sedang bersama kekasihnya , – Luhan – . Yoona tersenyum kearah Sehun sementara Luhan menatap Sehun tajam .

 

“Kau siapanya Yoona-ku ?!” tanya Luhan meninggikan suaranya .

“Ak—“

“Dia kakak iparku yang kubilang tinggal di Busan Lu~ .” Yoona memotong ucapan Sehun .

“Yang mana ?” tanya Luhan .

“Shin Hye eonnie~~” jawab Yoona .

“Ooh..” Luhan mengangguk-anggukan kepalanya . “Annyeong Haseyo~ ! Xi Lu Han imnida .” Luhan memperkenalkan dirinya .

“Oh Se Hun imnida .” Sehun ikut memperkenalkan dirinya . “Err.. Shin Hye menyuruhku untuk menjemput Yoona . Tak apa-apa kan Luhan ?”

“Tak apa hyung~ !” ujar Luhan . “Kalau begitu , aku duluan ya Yoong~”

“Ne! Annyeong ~”

“Annyeong !” Luhan pun meninggalkan Yoona dan Sehun berdua .

 

“Tuan Oh , kenapa kau ke sekolahku ? Dan tahu dari mana kalau aku sekolah disini ?” tanya Yoona bertubi-tubi .

“Kenapa kau berbohong pada Kekasihmu ?” Sehun balik bertanya .

“Jika aku menjelaskan yang sejujurnya , pasti dia akan cemburu dan marah padaku .” jawab Yoona . “Sekarang , Tuan Oh jawab pertanyaanku!”

“Baiklah~~ Aku akan menjawab pertanyaanmu . Tapi aku akan menjawabnya di Sungai Han . Otte ?”

 

+++

Sehun memberikan Yoona minuman kaleng . Yoona menerimanya dan meminumnya . Sehun menatap Yoona yang sedang minum itu , ia sangat mirip sekali dengan ‘Yoona’-nya .

 

“Tuan Oh~ Kenapa kau memandangiku seperti itu ?” tanya Yoona .

“Kau mirip dengan Kekasihku .” ujar Sehun .

“Kekasihmu ? Apanya yang mirip ? Mataku ? Rambutku ?”

“Kau seperti Duplicate dari Kekasihku yang sudah meninggal .”

“Meninggal ? Ah..maaf Tuan Oh .”

“Tidak apa-apa .” ujar Sehun seraya tersenyum .

“Err..mianhae Tuan Oh . Apa maksudmu dengan ‘Kau seperti Duplicate dari Kekasihku yang sudah meninggal’ ?” tanya Yoona menekankan kalimat Duplicate .

“Aku akan menjelaskan secara rinci . Tetapi , kau tak boleh menyela ucapanku .” jawab Sehun . Yoona mengangguk mantap .

 

“Kau sama seperti kekasihku yang sudah meninggal . Semua yang ada pada dirimu . Kau seperti Duplicatekekasihku . Jika itu Reinkarnasi , tidak mungkin . Ia baru meninggal 1 tahun yang lalu . Cepat sekali ia melakukan Reinkarnasi~ . Oya , nama kalian juga sama . Im Yoon Ah . Tapi yang membedakannya dia lebih tua 4 tahun dariku .”

 

Raut wajah Yoona berubah seketika . Ia terkejut mendengar penjelasan namja yang notabenenya 4  tahun lebih tua darinya .

 

Hening . Hanya terdengar suara lalu lalang kendaraan lewat .

 

“Maaf jika aku lancang Tuan Oh . Apa kau—“

“Ya . Pertama kali melihatmu aku benar-benar senang . Dan , saat mengetahui kau sudah punya kekasih itu membuatku sedikit kecewa .” ujar Sehun seolah-olah dapat membaca pikiran Yoona .

“Tuan Oh , sebaiknya kau jangan bertemu denganku lagi .”

“Wa-Wae ?”

“Itu akan membuatmu susah melupakan kekasihmu .” jawab Yoona .

“Ya . Kau benar .”

“Aku akan memelukmu sebagai tanda perpisahan Tuan Oh~” Yoona pun memeluk Sehun .

“Baiklah ! Aku akan antarkan kau pulang .” ujar Sehun .

“Tak usah Tuan Oh . Aku bisa pulang sendiri~ Lagipula rumah kakakku disekitar sini .” tolak Yoona halus .

“Benarkah ?” tanya Sehun .

“Ne!”

“Baiklah~ Annyeong Yoona .”

“Annyeong Tuan Oh .”

 

+++

Sehun melirik jam tangannya . Kini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam . Ia pun masih berada di Sungai Han .

 

“Apa Yoona benar-benar pulang ? Bisa saja ia sama seperti Noona dulu..” gumam Sehun .

 

“Aku akan antar Noona pulang!” ujar Sehun .

“Tidak usah Sehunnie~ Lagipula , aku bisa pulang sendiri . Dan rumah kakakku disekitar sini !” tolak Yoona .

“Benarkah ?”

“Ne!”

“Lalu.. jika ada anjing bagaimana Noona ? Atau.. orang jahat ?”

“I gotta K.O him !” Yoona menunjukkan kepalan tangannya .

“Baiklah~ Annyeong Noona !”

“Annyeong Sehun !”

 

Setelah  Yoona pergi meninggalkan Sehun , diam-diam Sehun mengikuti Yoona . Ia tak percaya jika Yoona bisa pulang sendiri .

 

“Yakk !! Jangan membututiku Oh Se Hun !!” teriak Yoona yang sudah mengetahui bahwa Sehun tengah membututinya .

“Hehehe..” Sehun menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal . “Err..ini kan bukan jalan menuju rumah kakakkmu Noona~~”

“Ya.. memang bukan! I-Ini jalan menuju rumahku !” ujar Yoona gugup .

“Tuh kan ! Sudahlah~ Tak usah malu jika namja yang lebih muda 4 tahun darimu mengantar pulang !”

“YAKK !!”

 

“Argh!” Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi .

 

“AKU HARUS MELUPAKAN NOONA!!” Sehun berteriak .

“AKU HARUS MELUPAKAN NOONA !! AKU HARUS MELUPAKAN NOONA!!”

 

Sehun terus meneriaki itu berkali-kali . Entah kenapa , ia menjadi lega sekarang .

 

“Ya , aku harus Move On !!” gumamnya pada dirinya sendiri .

 

“Kau..benar i-ingin me-melupakanku ?”

 

Sehun memutar badannya . Ia tersentak . Sehun mundur satu langkah . Dihadapannya , ada seorang yeoja yang wajahnya penuh air mata . Air mata itu pun mengalir semakin deras ketika Sehun tak kunjung menjawabnya .

 

“Kau benar ingin melupakanku ?”

“…”

“Apa aku harus kembali ke Canada lagi ?”

“ANDWAE !!”

 

+++

“ANDWAE !!!” Sehun berteriak keras seraya menggeleng-gelengkan kepalanya kuat .

 

“YAKK !! OH SE HUN !! Kenapa kau berteriak ?!” kesal seorang namja yang berada disamping Sehun . Sehun menoleh ke sebelahnya .

“K-K-KAI ?!” kaget Sehun .

“Aigoo~ !! Kau kenapa ?! Kenapa kau seperti melihat hantu saja ?! Memangnya aku ini hantu !” ujar Kai kesal . “Oya , kenapa saat aku bertanya ‘Kau mau tidak berpacaran dengan Yoona Sunbae ?’ , kenapa kau menjawab ‘ANDWAE’ ?” tanya Kai tak mengerti .

“Ta-Ta-Tapi… I-I-Ini— Huaa !! Apa ini ?!” Sehun membuang 100 bunga tulip berwarna merah muda yang berada ditangannya .

“Yakk !! Kenapa dibuang bodoh ! Kau kan ingin menyatakan cinta pada Yoona Sunbae~~” ujar Kai .

“Yoona ? Yoona Sunbae ?”

 

Sehun mengedarkan pandangannya . Ini adalahSeoul Arts High School ! Sekolah Sehun ! . Sehun melirik pakaiannya . Ia kini tengah memakai seragam sekolah .

 

“Dasar! Hoobae gila !!” ejek seorang Sunbae disertai anggukkan seorang Flower Boy yang berada disamping sang Sunbae . Sementara Sehun hanya menatap Sunbae itu dengan mulut menganga .

 

“YAKK !! Kau jelek sekali Oh Se Hun !! Lihatlah , bahkan Yoona Sunbae mengatakanmu Hoobae gila !” ujar Sehun .

“Aku tidak peduli! Aku tak mau~ Aku tak mau !”

“Tak mau apa ??”

“Aku tidak jadi menyatakan cinta pada Yoona Sunbae .” ujar Sehun .

“Mwo ?! Kenapa ?” tanya Kai .

“Tidak! Pokoknya aku tidak mau !!” teriak Sehun seraya berlari meninggalkan Kai .

 

“YAKK !! OH SE HUN !!”

 

Kai berdecak kesal . Bagaimana bisa Sehun tiba-tiba berubah 360° seperti itu ? Padahal ia tadi membujuk-bujuk Kai untuk menemaninya . Kai menatap 100 bunga tulip itu . Ia mengambil 1 bunga tulip yang berwarna biru . Sepertinya bunga tulip itu terselip .

 

“Baiklah! Jika seorang Oh Se Hun tidak mau menyatakan cinta pada Yoona Sunbae~~ Lebih baik aku saja !”

 

“YOONA SUNBAE !! YOONA SUNBAE !!”

 

FIN~

Advertisements

One thought on “Flashback

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s