[Drabble] It’s Obsession

 

its_obsession

Title : It’s Obsession

Author : deeryoong23

Genre : Romance, *littlebit* Thriller

Rating : PG-13

Length : Drabble

Cast :

  • Oh Se Hun
  • Im Yoon Ah
  • Seo Joo Hyun
  • Kwon YuRi

 

Cprett!!

 

Wanita itu berkali-kali mengambil foto seorang Pria yang sedang terduduk disebuah kursi. Sesekali, Pria itu menutup matanya karena sinar flash kamera yang menghujam. Dan, tak segan-segan juga Wanita yang memotret itu menghampiri sang Pria dan membetulkan posisi sang Pria.

 

“Hentikan ini, Noona..” ujar sang Pria.

 

Wanita itu menatap sang Pria tajam. Ia mengepalkan tangannya, seolah-olah bersiap untuk menghajar Pria dihadapannya itu.

 

“JANGAN PANGGIL AKU NOONA, OH SE HUN !!” bentaknya.

“Itu dulu..” balas Sehun. “Lagipula, aku merasa Noona tak pantas denganku. Aku lebih muda dari pada kau, Im Yoon Ah.”

“Kau…”

 

PLAKK!!

 

Yoona menampar pipi Sehun keras. Membuat Sehun sedikit meringis karena itu.

 

“Kau tidak bunuh aku sekalian ?” ketus Sehun.

“DIAM !!”

 

Yoona mengeluarkan sebuah pisau dari lengan bajunya dan menggoreskannya diwajah putih nanmulus milik Sehun.

 

“Akh!” ringis Sehun.

“Kalau kau tak bisa diam, pisau ini akan melukai wajahmu sayang~~” Yoona membelai pipi Sehun.

“…” Sehun diam. Ia tak berani melawan kata-kata Yoona. Entah kenapa, ia merasa takut sekarang.

 

“Sekarang yang harus kau lakukan adalah diam dan tatap lensa kamera. Arra ?” tanya Yoona.

“Aku mengerti.” Jawab Sehun.

 

Yoona kemudian tersenyum dan melanjutkan kegiatannya.  Sesekali ia terkekeh melihat wajah Sehun yang menurutnya lucu. Sementara Sehun yang melihatnya hanya memasang ekspresi datar dan memori tentang masa lalunya dengan Yoona terputar kembali~

 

“Sehun~ Kau mau jadi model fotoku tidak ?” tanya Yoona pada Sehun yang sedang membaca buku.

“Aniyo. Aku malas~” jawab Sehun cuek.

“Mwo?! Kekasih macam apa kau ini ? Semua pacar temanku mau menjadi model, masa kau tidak mau sih ?” Yoona mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah~ Aku mau..”

“Jinjjayo ?!” mata Yoona berbinar-binar.

“Ne~”

“Sekarang yang harus kau lakukan adalah diam dan tatap lensa kamera. Arra ?” tanya Yoona.

“Aku mengerti.” Jawab Sehun.

 

“Jangan melamun!”

 

Bentakan Yoona membuat Sehun tersadar. Sehun merasa bahwa dirinya telah bersalah. Dirinya telah merubah Yoona menjadi seperti ini.

 

“Aku lapar Hunnie~ Aku mau membeli makan dulu. Jangan kabur!” Yoona memperingati Sehun.

“Ya.”

 

Yoona pun meninggalkan Sehun dan keluar rumah untuk membeli makanan. Setelah mengetahui bahwa Yoona sudah benar-benar pergi, Sehun bangun dari duduknya lalu masuk kekamar Yoona.

 

“A-A-Apa..”

 

Tak terasa, Sehun meneteskan air matanya. Ia tak sanggup melihatnya~ Kamar Tidur Yoona benar-benar berantakan. Banyak pecahan-pecahan barang-barang. Dan, alasan Sehun menangis adalah fotonya yang dicoret-coreti dan sebuah tulisan yang sangat besar di dinding yang ditulis menggunakan piloxberwarna mer— Tidak! Itu bukan pilox, itu darah! Ya, DARAH !!

 

Tulisan itu berbunyi, “AKU BENCI OH SE HUN !!”

 

“Sehun..”

 

Brakk!!

 

Sekantung makanan jatuh kelantai diikuti dengan Yoona yang terduduk dilantai. “A-Apa yang kau lakukan dikamarku ?! HAH ?!” Yoona bangkit dari duduknya dan mengeluarkan sebuah pisau.

“Ma-Ma-Maafkan aku..” Sehun menundukkan kepalanya.

“CEPAT KEMBALI KE TEMPAT DUDUK !!” perintah Yoona.

“Na-ah..”

 

Deg!

 

Seperti terhipnotis, Yoona membeku. Itu.. adalah panggilan khusus dari Sehun, dan hanya Sehun yang boleh memanggilnya seperti itu. Pisau yang Yoona genggam pun jatuh. Lututnya juga tiba-tiba merasa lemas. Ia jatuh~ . Sehun menghampiri Yoona dengan langkah pelan.

 

“Maafkan aku~ Aku salah..” ujar Sehun.

“…” Yoona terdiam.

“Seharusnya aku tak menuruti ucapan Seohyun—“

“JANGAN SEBUT NAMA WANITA ITU DIHADAPANKU !!” Yoona mendorong Sehun dan mengacungkan pisaunya pada Sehun. “CEPAT KEMBALI KE TEMPAT DUDUKMU !!”

“Ya..” Sehun kembali ketempat duduk. Ia menghela nafas kasar~

“Nah, begini lebih baik bukan ?” Yoona mengerlingkan matanya.

 

Saat hendak memotret Sehun, ia teringat ucapan Sehun barusan.

 

“Seharusnya aku tak menuruti ucapan Seohyun—“

“Seharusnya aku tak menuruti ucapan Seohyun—“

“Seharusnya aku tak menuruti ucapan Seohyun—“

“Seharusnya aku tak menuruti ucapan Seohyun—“

“Seharusnya aku tak menuruti ucapan Seohyun—“

 

“ARGH !!” Yoona memegangi kepalanya. Ucapan Sehun seolah-olah berputar-putar dikepalanya .

“Noona..” Sehun berhambur kearah Yoona. “Neo Gwenchanae ?”

“Akh..”

“Gwenchanae ?”

“Akh~~”

“NOONA ! GWANCHANAE ?!”

“A-A—“

 

Mata Sehun dan Yoona saling bertemu. Yoona menatap manik mata Sehun dalam, begitu juga sebaliknya. Tiba-tiba saja, kenangan tentang masa lalunya terputar~

 

“Sehun, hari ini kau ada waktu tidak ?” tanya Yoona.

“Tidak.”

“Mwo ? Kau kan janji, katanya mau menjadi modelku~~”

“Tidak janji. Aku ada janji dengan Ibuku..” bohong Sehun.

“Ibumu? Oh~ Baiklah! Sekarang, kau pulang sana! Ibumu pasti sudah menunggu~” suruh Yoona.

“Gomawo Noona~” Sehun mengecup pipi Yoona kemudian pergi.

 

Setelah 10 menit kepergian Sehun, ia mendapat SMS dari sahabatnya –Yuri-

 

From: Yuri

 

Yoon, aku melihat Sehun sedang menjadi model-nya Seohyun !!

 

Tanpa basa-basi, Yoona segera menyambar jaketnya. Ia berlari menuju taman kota . Ia tahu bahwa Seohyun suka sekali datang kemari. Setelah sampai ditaman kota, ia melihat Sehun sedang menjadi model dari Seohyun. Hatinya benar-benar hancur. Hancur berkeping-keping. Sehun telah membohonginya~

 

“SEHUN !!” teriak Yoona.

“Noona..” Sehun berlari kearah Yoona.

“Eonnie~” Seohyun menghampiri Yoona.

 

PLAKK!!
Yoona menampar pipi Seohyun keras . “Berani-beraninya kau merebut namjachinguku !!”

“Eonni, i-ini sa-salah paham!”

“Salah paham ?! DASAR WANITA—“

 

PLAKK!!
Belum selesai Yoona melanjutkan ucapannya, Sehun sudah menamparnya. Tamparan Sehun cukup keras membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.

 

“Noona..A-A-Aku..”

 

“Kalian… KALIAN JAHAT !! BEDEBAH !!”

 

 

“Kau.. KELUAR DARI RUMAHKU SEKARANG JUGA !!!” bentak Yoona pada Sehun.

“Noona.. A-Aku..”

“PERGI !!” Yoona mendorong Sehun menuju pintu.

“Noona!”

“PERGI !!”

“NOONA!! STOP IT  !!” Sehun mencengkram tangan Yoona.

“LEPASKAN AKU !!” teriak Yoona.

“TIDAK !!”

“YAKK !!” Yoona menendang selangkangan Sehun.

“AKH !!”

 

Yoona segera berlari ketika mendapat kesempatan itu. Namun kesempatan itu tak bertahan lama ketika seorang Sehun kembali mencengkram lengannya.

 

“LEPASKAN AKU !!”

 

PLAKK!!

 

Sehun menampar Yoona keras. Setelah menampar Yoona, ia menariknya menuju sebuah Gudang dan mengikatnya.

 

+++

Sehun membuka pintu Gudang. Ia tersenyum kearah Yoona. Sementara Yoona yang melihatnya ketakutan. Berkali-kali ia berusaha melepaskan dirinya dari tali yang mebgikatnya dibangku. Sementara itu, Sehun hanya santai dan mulai menyalakan rokok. Saat Sehun lengah, Yoona berhasil melepaskan ikatan dan berlari menuju ruang bawah tanah.

 

“Dasar..” desis Sehun.

 

Sehun mulai mengejar Yoona, ia hanya berjalan santai. Tetapi, Yoona berlari ketakutan. Seolah-olah, Sehun adalah hantu baginya yang kapan saja bisa membunuhnya.

 

“Aduh! Aku harus lewat mana…” Yoona menatap arah kiri dan kanan secara bergantian. Saat mendengar langkah seseorang, Yoona segera memilih arah kiri.

 

“Bodoh.” Cibir Sehun. Sehun berjalan kearah lorong kanan. Ia mengeluarkan sebuah pisau yang berada dikantung celananya.

 

“Noona~” bisik Sehun seraya menepuk pundak Yoona.

“KYAA !!” Yoona berteriak dan jatuh. “Sehun~ Kumohon.. Jebal~ Jebal~” Yoona memohon-mohon pada Sehun.

“Hehehe..” Sehun terkekeh. Ia mulai mengarahkan pisau itu pada tubuh Yoona.

 

“Akh!!” Yoona berteriak. Sehun kembali menghujam pisau itu berkali-kali.

“Akh !!”

 

Tak ada teriakan-teriakan lagi yang terdengar. Sehun menjatuhkan pisau yang dipegangnya dan mengacak rambutnya frustasi. Ia menatap tubuh Yoona yang sudah terkulai lemas tak berdaya itu. Ia berpaling menatap tangannya yang penuh darah.

 

Beberapa saat kemudian, ia tersenyum. Ditariknya tubuh Yoona menuju tempat yang dulunya adalah tempat ‘siksaan’ baginya. Ya, Studio Foto. Ia mendudukkan tubuh Yoona pada bangku.

 

“Sekarang yang harus kau lakukan adalah diam dan tatap lensa kamera. Arra ?”

 

 

FIN~

Advertisements

3 thoughts on “[Drabble] It’s Obsession

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s