[Drabble] Going Crazy

Title : Going Crazy

Author : deeryoong23

Genre : Romance

Length : Drabble

Rating : PG-13

Cast :

 

– Im Yoon Ah

– Xi Lu Han

+++

 

Seorang Wanita yang memakai gaun berwarna hitam sedang menjahit gaun penganntinnya sendiri . Wanita itu bernama Im Yoon Ah . Ia menyunggingkan sebuah senyuman yang tak dapat diartikan . Tak jauh dari tempatnya berada , disebuah ranjang terdapat seorang Pria yang tangannya terikat .

 

“Engh..” Pria itu mengerang . Ia mengerjap-ngerjapkan matanya .

 

‘Dimana aku ?’ batinnya .

 

Ia mengedarkan pandangannya . Terdapat sebuah lemari , mesin jahit , dan meja makan yang sudah tertata rapih . Pandangannya terhenti pada seorang Wanita yang tengah menjahit .

 

“Lepaskan aku .” ujarnya .

 

Yoona berhenti menjahit . Ia menatap Pria itu . “Kau sudah bagun Luhan-ah ?”

 

Yoona naik ke atas ranjang . Ia menghampiri Pria itu . Dibelainya pipi Luhan mesra . Luhan memalingkan wajahnya .

 

“Kau lucu .” ujar Yoona .

 

+++

Luhan terikat disebuah tiang (?) kayu . Ia hanya diam . Tak bermaksud untuk melawan atau sebagainya . Sementara itu , Yoona sedang mengukur badan Luhan .

 

“Kau akan suka ini .” Yoona mengelus pipi Luhan .

 

Yoona berjalan menuju mesin jahitnya . Ia mulai menjahit sebuah Tuxedo . Tuxedo ? Kenapa hanya Tuxedo saja ? Karena Luhan sudah berpakaian lengkap . Seperti pengantin . Ia hanya membutuhkan Tuxedo saja .

 

“Selesai~” ujar Yoona .

 

Ia menghampiri Luhan yang terikat itu . Ia memakaikan Tuxedo yang ia jahit ke Luhan .

 

“Kyeopta .”

 

+++

Luhan dan Yoona duduk saling berhadapan . Mereka tengah menikmati makan malam mereka . Ah! Sepertinya , hanya Yoona saja yang menikmati makan malam . Tidak dengan Luhan yang hanya memasang wajah datar dan dingin .

 

Yoona mengangkat gelasnya . Bermaksud untuk ‘cheers’ . Ia mulai memotong steak-nya .

 

“Bagaimana dengan steak-nya ? Apakah enak ? Aku telah berlatih untuk membuat steak ini .” ujar Yoona .

“…” Luhan diam . Yoona memiringkan kepalanya .

“Ah! Aku lupa~” Yoona terkekeh pelan ketika mendapati tangan Luhan yang masih terikat . Ia menghampiri Luhan dan duduk dipangkuannya .

 

Yoona memotong steak Luhan . Ia menyuapi Luhan . Yang disuapi hanya membuka mulutnya saja . Tak berkata apa-apa .

 

+++

Yoona dan Luhan sudah berpakain lengkap layaknya pengantin . Ia memakai kan sebuah cincin di jari manis Luhan . Luhan hanya diam . Ia tak berkutik sama sekali . Yoona pun mulai memakaikan cincin ke jarinya sendiri .

 

“Cincin ini indah bukan ?” tanya Yoona .

“…” Luhan diam .

“Kalau kau diam , berarti jawabannya ‘Iya’ ~ . Aku akan menciummu !” ujar Yoona . Yoona mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan . Lagi-lagi , Luhan memalingkan wajahnya .

 

Buklet bunga yang dipegang oleh Yoona jatuh begitu saja Ia shock . Air mata pun tak lupa mengalir diwajah indahnya . Yoona membuka ikatan yang ada ditangan Luhan . Ia memberikan sebuah pisau kepada Luhan .

 

“Kill me or Love me .”

 

+++

Luhan masih menatap sebuah pisau yang berada di tangan kanannya . Ia bimbang . Disatu sisi ia ingin sekali memilih pilihan ‘Kill Me’ . Namun , disisi lain ia ingin memilih pilihan ‘Love Me’ .

 

Alasan Luhan ingin memilih ‘Kill Me’ karena ia mempunyai masa lalu yang kelam dengan Yoona . Saat itu , Yoona memutuskan hubungan mereka secara sepihak dikarenakan Ayah Yoona tak setuju . Luhan benar-benar kacau saat itu . Ia tak tahu harus bagaimana lagi .

 

Selain itu , ia mempunyai alasan lain . Yoona telah menculik Luhan dari ruang tata rias pengantin . Ruang tata rias pengantin ? Ya! Seharusnya hari ini Luhan menikah dengan seseorang yang dijodohkan olehnya . Dan , Luhan juga sedikit berterima kasih kepada Yoona karena telah ‘meloloskannya’ dari Pernikahan yang menurutnya memuakkan itu .

 

Untuk alasan Luhan memilih ‘Love Me’ , karena tentu saja ia masih memiliki perasaan pada Yoona . Dilubuk hati Luhan paling dalam , ia masih mencintai Yoona .

 

“Apa kau sudah temukan pilihanmu ?” tanya seorang Wanita yang tak lain adalah Yoona .

“Belum .” jawab Luhan datar tanpa ekspresi .

“Cih, hanya memilih antara ‘Kill’ dan ‘Love’ saja , apa sesusah itu Tuan Xi ?” Yoona mendengus . “Aku akan berikan waktu 5 menit untukmu berpikir . Jika kau tak menemukan jawabanmu , maka aku.. emm.. sepertinya aku tak akan memberitahumu! It’s secret!” Yoona menempelkan jarinya pada bibir Luhan .

 

+++

Sudah 5 menit berlalu . Luhan belum menemukan jawabannya . Ia ingin memilih ‘Kill Me’ , tapi ia juga ingin memilih ‘Love Me’ .

 

“Hei..”

 

Luhan mengangkat kepalanya dan menemukan Yoona yang sedang berjalan ke arahnya dengan langkah terseok-seok . Ada apa dengan kakinya ? Bukankah tadi ia baik-baik saja ? Sederetan pertanyaan menghantui Luhan . Ia dengan ragu-ragu mulai bertanya pada Yoona .

 

“Kakimu.. kenapa ?”

 

Yoona diam . Ia hanya memasang senyumnya saja . Luhan merasa bingung dengan semua ini . Tanpa sengaja , ia melihat pergelangan Yoona yang sedikit mengeluarkan darah . Dan di gaun pengantinnya , tampak sedikit bercak darah .

 

“Kenapa ada bercak darah di gaunmu ?” tanya Luhan .

“Aku mengelap darah dipergelangan tanganku di gaun pengantin .” jawab Yoona seraya mengarahkan silet kearah jari Luhan .

 

“Akh!” Jempol Luhan mengeluarkan darah . “Apa yang kau lakukan ?!” bentak Luhan .

“Hanya ingin menyatukan darah kita .” ujar Yoona sambil mengarahkan siletnya ke jempolnya .

 

Ia pun meraih tangan Luhan . Yoona pun mulai menyatukan antara jempolnya dan jempol Luhan . Ia tersenyum .

 

“Kita sudah terhubung!” ucap Yoona riang .

“…”

“Aku adalah Nyonya Xi~” Yoona terkekeh pelan .

“Aku belum menjawab pertanyaanmu .”

“Pertanyaan ? Pertanyaan yang mana ?” tanya Yoona .

“Tentang… pilihan—“

“Aigoo~ ! Aku lupa ! Sekarang , apa pilihanmu ?” Yoona mengambil sebuah pisau yang berada ditangan Luhan .

“Aku memilih…” Luhan menundukkan kepalanya .

“Memilih apa ? ‘Kill Me’ ?” tanya Yoona .

“Ak-Aku..”

“Hmm ?”

“Aku…”

“Apa ?”

 

Tanpa Luhan ketahui , Yoona makin mengarahkan pisau yang dipegangnya ke perutnya . Semakin Luhan menjawab , semakin dekat pula pisau itu .

 

“Pilihanmu , ‘Kill Me’ ka—kan ?” tanya Yoona dengan sedikit tersendat .

“Tidak! Aku memilih ‘Love—” Ucapan Luhan terhenti ketika melihat gaun Yoona yang penuh dengan darah . Pisau itu sudah tertancap dengan sempurnanya pada perut Yoona . “—Me .”

“Ka-Kau te-terlamba-bat Tu-Tuan Xi .”

 

BRUKK !!

 

“YOONA !!”

 

Luhan yang melihat itu segera berhambur kearah Yoona . Ia memeluk Yoona erat .

 

“Buka-kankah ka-kau me-mengi-nginkan i-ini Lu-Luhan ?” tanya Yoona dengan terbata-bata .

“TIDAK !! Aku tak menginginkan ini !! Ak—“

“Annyeong~ Saranghae~” Yoona berbisik ditelinga Luhan lalu mencium bibir Luhan lembut .

 

“YOONA!! IREONA~ ! IREONA~ !”

 

+++

Luhan menyemprotkan sebuah parfum ke tubuh Yoona yang sudah tak berdaya itu . Berusaha untuk menutupi bau formalin yang menyengat . Ia menatap jari tangannya dan jari tangan Yoona . Terdapat cincin pernikahan disana . Luhan tersenyum .

 

“Hei , bagaimana dengan kamar ini ? Bagus tidak ?”

 

Hening . Tak ada yang menjawab .

 

“Ternyata kau menyukainya Yoong!” seru Luhan .

 

“Oya , besok aku akan membawa kau kerumah Ibu~ ! Ibu pasti senang saat melihatmu~ . Dan..kita akan bulan madu kemana ?”

 

Untuk kesekian kalinya , hening kembali menyelimuti .

 

“Mwo ? Bali ? Baiklah Aku akan beli tiketnya besok!”

 

Luhan pun melanjutkan kegiatannya menyemprot parfum pada tubuh Yoona . Sesekali ia juga bersenandung .

 

“Aku ingin punya anak laki-laki Yoong~ . Nanti malam.. kita akan melakukannya .”

 

FIN~

Advertisements

2 thoughts on “[Drabble] Going Crazy

  1. ya ampun! ffnya knapa tragis kayak gini? alurnya keren! hanya saja sdkt terburu-buru jdi di tengah” sya sedikit bingung.
    tapi kekurangannya udah ditutupi sma alur critanya yang keren!
    keep writing!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s